Showing posts with label puisi persahabatan. Show all posts
Showing posts with label puisi persahabatan. Show all posts

Tuesday, August 24, 2010

Tuk Sahabat


sahabat..
kuberusaha tenang meski kau pergi
tuk terbang ku tak mampu apalagi berlari
bayangmu hanya sanggup kutatap dari sini

sahabat..
kubiarkan kau berlalu
bersama senyum menutup sendu
ku yakin kau mengerti..
sulit bagiku tuk menggapai..
sebuah keinginan yg hanya mimpi

sahabat..
kuakui.. aku amat merindukanmu..
namun..
aku adalah aku..
memiliki keterbatasan dan waktu..

sahabat,,
aku juga hanya setitik asa..
yang harus rela melepaskanmu…
biar sang waktu menjaga keabadiannya…
meski semua berlalu…

sahabat..
walau kita takkan bersatu..
ijinkanlah aku tetap mengenangmu..
dalam sunyinya kesendirianku..

sahabat..
disini kuberdiri..
memohon dgn kerendahan hati..
merangkai do'a kepada Ilahi..
smoga kita bisa saling menjaga diri..

..salam selalu terucap untukmu sahabatku..

Sunday, August 10, 2008

harapan dalam do'a




Ya Allah...ya Tuhanku..
Seandainya telah Engkau catatkan dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi

Ya Allah... ya Tuhanku..
Yang Maha Mengasihi….
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
Dia bukan milikku…
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan

Ya Allah ya Tuhanku
Yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya ke dada langit
Hilang bersama senja memerah
Agarku bisa berbahagia
Walaupun tanpa bersama dengannya

Ya Allah Ya Tuhanku...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku…
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang lemah ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai

Amin... Ya Rabbal 'Alamin





Riuh... ramai... gaduh... dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih

Badan terasa sejuk...
Segar tak terkirakan
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati

Burung camar jantung menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati
Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik

Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira...
Jiwa pun lega...

Ya Allah...
Abadikan keadaan ini
Amiiinnn..!!


Thursday, July 31, 2008

penyair

Dia adalah rantai penghubung..
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis tuk jiwa-jiwa yang kehausan
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah nan ranum

Bagi hati lapar yang mencari..
Dia adalah seekor burung 'nightingale'
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan melodi keindahan

Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa
Mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan
Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya

Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa
Demi mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang

Ishtar, dewi cinta, meminyakinya dengan kasih sayang
Dan nyanyian Apollo menjadi cahaya abadi
Dia adalah manusia yang selalu bersendirian
hidup serba sederhana dan berhati suci

Dia duduk di pangkuan alam
Mencari inspirasi ilham
Berjaga di keheningan malam
Menanti dgn sarana kalam

Dia adalah si tukang jahit
Yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya
Inilah penya'ir yang dipinggirkan oleh manusia pada zamannya
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkannya
Dunia pun mengucapkan selamat tinggal
Dan kembalilah ia pada Ilahi

Inilah penya'ir yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyum
Inilah penya'ir yang penuh semangat
Dan memenuhi cakrawala dengan keindahan kata-kata

Namun..
Manusia tetap menafikan kewujudan keindahan
Sampai bila manusia terus terlena
Sampai bila manusia menyanjung penguasa
Yang meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan

Sampai bila manusia mengabaikan
Yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa
Pada simbol cinta dan kedamaian
Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa
Orang yang sudah tiada perwujudan

Dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan
Yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
Tuk menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa

Wahai para penya'ir..
Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya

Wahai penya'ir..
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan kerana itu kerajaanmu adalah abadi

Wahai penya'ir..
Periksalah mahkota berdurimu..
Kau akan menemui kelembutan dibalik jambangan bunga-bungamu

Ibu

Ibu..
Merupakan kata tersejuk nan mudah
Yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan "Ibuku" merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian
Manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa

Ibu adalah segalanya
Ibu adalah penegas kita dikala lara
Impian kita dalam rengsa
Rujukan kita di kala nista

Ibu adalah mata air cinta..
Hakikat kemuliaan..
Sumber kebahagiaan..
Dan toleransi segala

Siapa pun yang kehilangan ibu
Ia akan kehilangan sehelai jiwa suci
Yang senantiasa memberi merestu
Dan selalu memberkati

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu
Matahari sebagai ibu bumi
Yang menyusuinya melalui panasnya
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi
Sampai malam merebahkannya

Dalam lentera ombak..
Syahdu tembang beburungan dan sesungaian
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan
Bumi menumbuhkannya..
Menjaganya..
Dan membesarkannya

Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus
Memelihara bebuahan dan bebijian

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud
Penuh cinta dan kedamaian...

Rindu


Senandung lirih pagi,
Pada hari yang kapan berujung,
Ketika penantian adalah kenyataan,
Ketika Perjumpaan menjadi harapan,

Butir pasir kilaukan sinar surya,
Pada langit yang berarak cerah,
Deburan ombak menerjang karang,
Seperti gemuruh hatiku,
Yang merindu pada kekasihku,
Seperti debaran jantungku ,

Ketika ku dengar suara dan tawanya,
Resah jiwa menghimpit rinduku,
Ketika cinta bermain di hayalan,
Ketika angan bermain dimimpiku,
Ketika perjumpaan dalam renungan,
Bimbang rasa menggoda pikiranku,

Ketika timbul pertanyaan,
Bernada keraguan atau keresahan,
Ketika bisikan-bisikan pengakan telingaku,
Akan cinta dunia maya,
Akan kasih dunia hayalan,
Akan rindu berujung tangis,
Akan harapan dijatuhkan,

Oleh ucapan resahkan jiwa,
Oleh kata menusiki bathin,
Angin yang bertaut udara,
Dimana sejuk embun pagi,
Mengisi relung hati dengan cintanya,
Dengan kasihnya, juga kerinduannya

Dengan harapannya bersatu jua,
Dengan perjumpaan kuatkan rasa,
Dengan menatapnya damaikan gundah,
Dengan memeluknya kurasakan syurga,
Dengan senyumnya taburkan mawar kasih,
Dengan ucapannya kuatkan langkah,
Dengan kata bijaknya teguhkanku,

Tuk mencintai dan mengasihinya
Tuk menyatukan hatiku dengan hatinya
Tuk merengkuh syahdu dengan doaku,
Kiranya ALLAH SWT memperstukanku denganya,
Dalam keridhoan juga BerkahNYA.


Wednesday, July 30, 2008

Nyanyian jiwa


Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata sebuah lagu
Yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulitku

Ia meneguk rasa kasihku
Dalam jubah yg tipis kainnya
Dan mengalirkan sayangnya
Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkan
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikan
Dia tersimpan dalam relung sukma
Kerna aku risau dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras

Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak bayangan dalam bayangannya
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.

Lagu itu digubah oleh renungan
Dikumandangkan oleh kesunyian
Disingkiri oleh kebisingan
Dilipat oleh kebenaran

Diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan
Difahami oleh cinta
Disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam

Lagu itu lagu kasih-sayang
'Cain' atau 'Esau' manakah yang mampu membawakannya berkumandang
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati
Suara manakah yang dapat menangkapnya
Kidung tersembunyi bagai rahsia perawan suci
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra
Dengan kicau bening burung malam
Siapa yang berani membandingkan deru alam
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian

Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati
Insan mana yang berani
melagukan kidung suci Tuhan?


">

Bangsa kasihan


Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya

Memakan roti dari gandum yang tidak dituainya
Dan meminum anggur yang tidak diperasnya

Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan
Dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur
Sementara menyerah padanya ketika bangun

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara
Kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan
Tidak sesumbar kecuali di runtuhan
Dan tidak memberontak kecuali lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala
Falsafahnya karung nasi
Dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
Dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian
Hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu
Menghitung tahun-tahun berlalu
Dan orang kuatnya masih dalam gendongan

Kasihan bangsa yang berpecah-belah
Dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa


Tuesday, July 29, 2008

musim bunga

<iipsmiley><iipsmiley>
Photobucket


Marilah sayang..
Mari berjalan menjelajahi perbukitan..
Salju telah cair..
Dan kehidupan telah terjaga dari lenanya
Dan kini mengembara..
Menyusuri pegunungan dan lembah-lembah


Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga
Yang melangkaui Ladang-ladang jauh
Dan mendaki puncak-puncak perbukitan
Tuk menadah ilham dari aras ketinggian


Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan
Fajar Musim Bunga telah menebarkan keindahan
Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan bagai kekasih
Air kali pun lincah berlompatan menari ria,
Di sela-sela batuan, menyanyikan lagu riang.


Bunga-bunga bermekaran dari jantung alam
Laksana buih-buih bersemburan dari kalbu lautan


Kemarilah sayang..
Mari meneguk sisa air mata musim dingin
Dari gelas kelopak bunga lili
Dan menenangkan jiwa dengan gerimis nada-nada
Nada curahan simfoni burung-burung yang berkicauan
dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan


Mari duduk di batu besar itu
Tempat bunga violet berteduh dalam persembunyian
Dan meniru kemanisan mereka dalam pertukaran kasih rindu


ijinkan


Izinkn aku...
Menyentuh perasaan mu...
Biar gelora cinta semalam...


Izinkn aku...
Merindui mu selalu..
Biar bergetar naluri mu...


Walau berkali kau membenci..
Cinta ku takkn hilang..
Himpunkan semua kemaafan
Dengarkan dalam rintihan


Andainya Kau Pergi..
Gugurlah Bunga Cinta...
Terpadam mentari yang menyinar..


Kembalilah..
Kau ku nanti penuh pasti..
Rintihan harapan utk mu seorang..


Bunga terakhir kupersembahkan kepada yang terindah
Sebagai satu tanda cinta terpendam..
Bunga terakhir menjadi kenangan yang tersimpan
Tak 'kan pernah hilang 'tuk selamanya


Betapa cinta ini sungguh berarti
Tetaplah terjaga
Hingga akhir hayat nanti
'Ku kan datang bersama kenangan

harapan yang tiada


<iipsmiley><iipsmiley>

Angin senja berhembus nyata
Satu-satu bunga berguguran
Di dalam keindahan tiada lagi cahaya
Hilanglah sari penghias taman


Kelopak bagai sutera
Kini tandus tiada bermaya
Hilanglah keharuman tiada lagi berseri
Bunga layu di pangkuan bumi


Dimanakah jejari yang sering menanti
Berharap yang tiada pasti
Dititis embun pagi
Ku tak mungkin bersemi kembali


Di remang warna senja
Bunga gugur menebar luka
Sirnalah kemegahan cahaya penerang taman
Setelah bunga jatuh berserakan...

Tiada terpahami apa yg terkata Karna kumembungkam sejuta rasa Jika hati dapat bicara Jelas sudah tiada rahasia

my dream


Pejamkan mata dari nyata

Tak selalu terlelap itu gelap

Warna-warni indah alam semesta

Hadir dalam rangkaian cerita

Kubelai rambutmu dengan mesra

Canda tawamu berjuta rasa

Berbincang bermain kata

Hangat pelukmu selami sukma

Selalu hadirmu di dunia mimpiku

Berselimutkan kasih hangat dan lembut

Sebelum matahari pagi datang menjemput

Biarlah kunikmati hadirmu di sisiku

Asa






Ya Allah...ya Tuhanku..

Seandainya telah Engkau catatkan

dia akan mejadi teman menapaki hidup

Satukanlah hatinya dengan hatiku

Titipkanlah kebahagiaan diantara kami

Agar kemesraan itu abadi

Ya Allah... ya Tuhanku..

Yang Maha Mengasihi….

Seiringkanlah kami melayari hidup ini

Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...

Seandainya telah Engkau takdirkan...

Dia bukan milikku…

Bawalah ia jauh dari pandanganku

Luputkanlah ia dari ingatanku

Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan

Ya Allah ya Tuhanku

Yang Maha Mengerti...

Berikanlah aku kekuatan

Melontar bayangannya ke dada langit

Hilang bersama senja memerah

Agarku bisa berbahagia

Walaupun tanpa bersama dengannya

Ya Allah Ya Tuhanku...

Gantikanlah yang telah hilang

Tumbuhkanlah kembali yang telah patah

Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...

Pasrahkanlah aku dengan takdirMu

Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan

Adalah yang terbaik buatku…

Karena Engkau Maha Mengetahui

Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...

Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku

Di dunia dan di akhirat

Dengarlah rintihan dari hambaMu yang lemah ini

Jangan Engkau biarkan aku sendirian

Di dunia ini maupun di akhirat

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran

Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman

Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup

Ke jalan yang Engkau ridhai

Amin... Ya Rabbal 'Alamin