Showing posts with label puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label puisi cinta. Show all posts

Tuesday, September 14, 2010

Do'a dalam ratap



Terhenti sejenak perjalanan ini..
kegelapan malam mengiringi..
kuterdiam dalam lamun..
sembari menunggu waktu berganti..

Menyibak kabut di dinginya pagi
membuka tabir dalam sunyi..
terungkap kini sesuatu yang ditunggu
meski masih terbalut ragu..

Menanggung lara tiada pelipur..
Dihati yang tersayat oleh rasa.

oh TUHAN...
meski kutahu berlawanan
apalah dayaku yg tertawan
hati membeku dalam bisu
tiada arah tempat bertuju

dalam sujud kupanjatkan do'a
walau berat hati ku meminta..

sandingkanlah segera dia
dengan yang terbaik yang kau beri cinta.

berusaha ikhlas kumelepas..
meski hati ini menangis

biarlah... biarlah...
kan kubawa yg berlalu
dalam memori kesendirianku

biarkanlah...
dia pergi dalam kehidupanku

namun.. ijinkanlah..
dia selalu ada dalam kenanganku

bahagianya bahagiaku
dukanya menyayat hatiku..
sungguh aku tak akan sanggup
bila ia hancur bersamaku..

Sunday, September 12, 2010

Untukmu




Sulit memungkiri
kehilanganmu bak cemeti yang lebamkan tubuhku
Tak bisa kumembohongi diri
Melihatmu dengannya mengurailah air mata

Namun..
bukanlah masalah bagi jiwaku
Kebahagiaanmu jauh lebih penting
Kebahagiaanmu obat termanjur
bagi luka bekas cemetiku
Kebahagiaanmu wadah bagi air mataku
agar tak tercurah sia-sia

kudo'akan untukmu..
agar harapanmu segera terkabulkan..

Pasangan hidup yang kan DIA kirimkan
mungkin tiada berbeda
namun..
dialah ladang..
dimana kau bisa memanen pohon bahagia

Jangan kau korbankan yang kan datang..
Hanya untuk kenangan lamamu denganku
kenangan masa lalu yg harus terkubur..
karna lebih banyak air mata dari pada senyum ceria

belum tentu kan kau dapati
Kebahagiaan yang kan kau rengkuh dengannya
Bila dirimu masih bersamaku...

Bersamanya....
Kulihat hari-harimu lebih cerah

kini..
ku kan melangkah kembali
demi melanjutkan pencarianku..

takkan pernah ku berhenti..
hingga tiada pintu yg dapat kulalui.

Tuesday, August 19, 2008

Q tak tahu

Ku rajut kata yang selama ini ada
Bersembunyi dalam resah dan gundah
Terselip diantara roda cinta
Yang setiap saat mengusik dalam jelma

Mungkin suatu saat nanti
Mungkin suatu hari nanti
Mungkin suatu masa nanti
Atau bahkan saat ini jawab menanti

Ku hanya ingin mengulas sikapmu
Ku hanya ingin mencoba sedikit tuk tahu
Apa yang sekiranya membuatmu
Selalu dan selalu terdiam membisu

Maaf atas kelancangan kelalaian jari-jari ini
Karena terlalu berani tuk ingin mengerti
Merasa diri terlalu sudah pantas
Tuk memberimu sebuah arti

Andai waktu menerpa kasih yang aku susun
Bantulah aku menatanya kembali
Andai sengat matahari membuatnya kering
Sirami ia kembali dengan kasihmu



Tuesday, July 29, 2008

my dream


Pejamkan mata dari nyata

Tak selalu terlelap itu gelap

Warna-warni indah alam semesta

Hadir dalam rangkaian cerita

Kubelai rambutmu dengan mesra

Canda tawamu berjuta rasa

Berbincang bermain kata

Hangat pelukmu selami sukma

Selalu hadirmu di dunia mimpiku

Berselimutkan kasih hangat dan lembut

Sebelum matahari pagi datang menjemput

Biarlah kunikmati hadirmu di sisiku

Menunggu














Gelap malam ini
Meski cahaya bintang menari-nari
Jalanan tetap sepi sunyi
Lenggang....Seolah mati

Kelam malam ini
Hanya berselimut angin dingin menusuk hati
Meski purnama benderang menyinari
Namun seolah tak peduli

Hitam pekat malam ini
Menggoreskan warna-warna kelabu pada diri
Menggelayut awan pedih
Menunggu yang tak pasti











Asa






Ya Allah...ya Tuhanku..

Seandainya telah Engkau catatkan

dia akan mejadi teman menapaki hidup

Satukanlah hatinya dengan hatiku

Titipkanlah kebahagiaan diantara kami

Agar kemesraan itu abadi

Ya Allah... ya Tuhanku..

Yang Maha Mengasihi….

Seiringkanlah kami melayari hidup ini

Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...

Seandainya telah Engkau takdirkan...

Dia bukan milikku…

Bawalah ia jauh dari pandanganku

Luputkanlah ia dari ingatanku

Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan

Ya Allah ya Tuhanku

Yang Maha Mengerti...

Berikanlah aku kekuatan

Melontar bayangannya ke dada langit

Hilang bersama senja memerah

Agarku bisa berbahagia

Walaupun tanpa bersama dengannya

Ya Allah Ya Tuhanku...

Gantikanlah yang telah hilang

Tumbuhkanlah kembali yang telah patah

Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...

Pasrahkanlah aku dengan takdirMu

Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan

Adalah yang terbaik buatku…

Karena Engkau Maha Mengetahui

Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...

Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku

Di dunia dan di akhirat

Dengarlah rintihan dari hambaMu yang lemah ini

Jangan Engkau biarkan aku sendirian

Di dunia ini maupun di akhirat

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran

Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman

Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup

Ke jalan yang Engkau ridhai

Amin... Ya Rabbal 'Alamin













persembahan hati







Mohonku kepada getaran

Rasuki jiwaku untuk terus bertunas

Menjadi pohon-pohon kembaran

Gelinjangkan lelahku rerimbunan sang ruh

Persembahan secawan anggur hati

Telah menyingkap tidurku

Sungguh tubuhku lunglai tiada nadi daya

Hingga sapa matahari

Menghangatkan sunyi tubuhku

Kelam terrenda temaram kabut masa

Aku masih sabit yang terpenggal

Yang tak pernah memiliki malam, siang, pagi

Karena singgahku
Tak pernah termiliki siapapun
Kecuali kupu-kupu saljuku
Setia selalu kapanpun...