Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Tuesday, August 19, 2008

with you


Kala kupandang langit
Mengharapkan bayangan wajahmu
Terurai dalam goresan semu
Karena disini aku begitu merindumu

Diantara senandung langkah bumi
Kunanti langkahmu di depan pintu hatiku
Awan putih menemaniku
Kugantungkan asa ini

Bilakah engkau akan bersamaku..
Bersama mengarungi satu cerita
Bersama rembulan ku akan menjemput malammu
Dengan sejuknya jiwa....

Bila aku bukan terbaik bagimu
Biarkan aku mencinta dengan segenap jiwaku
Bila aku bukan pilihan hatimu
Biarlah aku mendambamu

Biarkan aku…
Menjadi bagian kecil di sudut hatimu....
Biarkan aku bersama bayangmu…
Karena aku ingin bersamamu....
Meski hanya dalam khayalku....



Thursday, July 31, 2008

penyair

Dia adalah rantai penghubung..
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis tuk jiwa-jiwa yang kehausan
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah nan ranum

Bagi hati lapar yang mencari..
Dia adalah seekor burung 'nightingale'
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan melodi keindahan

Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa
Mencurahkan kurnianya di atas padang kehidupan
Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya

Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa
Demi mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang

Ishtar, dewi cinta, meminyakinya dengan kasih sayang
Dan nyanyian Apollo menjadi cahaya abadi
Dia adalah manusia yang selalu bersendirian
hidup serba sederhana dan berhati suci

Dia duduk di pangkuan alam
Mencari inspirasi ilham
Berjaga di keheningan malam
Menanti dgn sarana kalam

Dia adalah si tukang jahit
Yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya
Inilah penya'ir yang dipinggirkan oleh manusia pada zamannya
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkannya
Dunia pun mengucapkan selamat tinggal
Dan kembalilah ia pada Ilahi

Inilah penya'ir yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyum
Inilah penya'ir yang penuh semangat
Dan memenuhi cakrawala dengan keindahan kata-kata

Namun..
Manusia tetap menafikan kewujudan keindahan
Sampai bila manusia terus terlena
Sampai bila manusia menyanjung penguasa
Yang meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan

Sampai bila manusia mengabaikan
Yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa
Pada simbol cinta dan kedamaian
Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa
Orang yang sudah tiada perwujudan

Dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan
Yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
Tuk menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa

Wahai para penya'ir..
Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya

Wahai penya'ir..
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan kerana itu kerajaanmu adalah abadi

Wahai penya'ir..
Periksalah mahkota berdurimu..
Kau akan menemui kelembutan dibalik jambangan bunga-bungamu

Wednesday, July 30, 2008

Nyanyian jiwa


Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata sebuah lagu
Yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulitku

Ia meneguk rasa kasihku
Dalam jubah yg tipis kainnya
Dan mengalirkan sayangnya
Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkan
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikan
Dia tersimpan dalam relung sukma
Kerna aku risau dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras

Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak bayangan dalam bayangannya
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.

Lagu itu digubah oleh renungan
Dikumandangkan oleh kesunyian
Disingkiri oleh kebisingan
Dilipat oleh kebenaran

Diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan
Difahami oleh cinta
Disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam

Lagu itu lagu kasih-sayang
'Cain' atau 'Esau' manakah yang mampu membawakannya berkumandang
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati
Suara manakah yang dapat menangkapnya
Kidung tersembunyi bagai rahsia perawan suci
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra
Dengan kicau bening burung malam
Siapa yang berani membandingkan deru alam
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian

Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati
Insan mana yang berani
melagukan kidung suci Tuhan?


">