Showing posts with label coretan hati. Show all posts
Showing posts with label coretan hati. Show all posts

Tuesday, July 29, 2008

untaian goresan

Biarkan aku terbaring dalam lelapku..
Kerana jiwa ini telah dirasuki cinta..
Dan biarkan daku istirahat..
Kerana batin ini memiliki segala..

Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa..
Agar mewangi di sekeliling ranjang ini..
Taburi tubuh ini dengan bunga mawar melati..
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa..
Olesi kaki-kaki ini dengan wangian..

Biarkan ku istirahat di ranjang ini..
Kerana kedua bola mata ini telah teramat lelah..
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran..
Dan menyejukkan jiwa..
Terbangkan dawai-dawai harpa..
Dan singkapkan tabir lara hati..

Nyanyikanlah masa-masa lalu..
Seperti engkau memandang fajar harapan..
Berirama ghaib begitu lembut..
Bagai ranjang kapas tempat hatiku terbaring..

Janganlah kau menitikkan airmata..
Tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga..
Semai jari-jemari menyambut mahkota fajar..
Dengarkan kibaran kepak sayap-sayap..
Dan ucapkanlah selamat tinggal buatku..
Ciumlah mataku dengan seulas senyum maya..
Biarkan anak-anakku merentang tangan-tangan mungilnya..

Dengan kelembutan jemari mereka menyentuhku

Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku..
Dan memberkatiku..
Dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku..
Dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku...
.

maapkan atas keluhanku

Haruskah aku Menderita karena Cinta
Aku merindukan kekasih yang tiada

Begitu hampa jiwa
ketika Quharus ditinggalkan dirinya
Betapa mudahnya air mata mengalir

Betapa sakitnya Hati terluka


Haruskah Aku terus menerus begini?
Merasakan cinta yang tlah tiada

Lebih baik kulupakan semua

Kubiarkan diriku hidup tanpa mengenan
g cinta
Yang pernah ada dimasa lalu

Karna kuyakin ..
Cinta itu telah mati
takkan kembali tuk hidupku

Masih adakah cinta ?
Masih adakah Hati ?
Masih adakah waktu ?

Dan tetap adakah semua tentang kita
?

Tiada embun sejuk membasuh hati..

Tiada angin sejuk mewangi membelai..

Tiada semua seperti sedia kala..

Hanya terbatas pada nurani Kita

Tak ubah nya Kita yang hanya diam tak be
rarti..

Sunyi waktu kelamnya Kita ..
Terbata dalam kata..

Membisu dalam hati..

Berjalan di percikan cahaya..

Menepi di sudut hati yang gelap..

Menanti ..
Dan hanya menanti..


Tubuhku terhempas dalam bayang

Terlempar jauh dialam maya

Terjerat rumput dan ilalang

Tergulung bagai insan yang tak berdaya

Jiwa serasa telah mati

Tak memiliki gairah lagi

Hati bak terhimpit sunyi

Nyata tiada guna hidup ini


Kemanakah lagi kulangkahkan kaki

Pada siapakah kutambatkan hati..
Mungkinkah aku kan terus begini
Hingga ajal menputku nanti


Jauh kumembawa segumpal rasa

Keluh,kesah tersembunyi dalam dada

Ingin berbagi dan berkata

Bercerita tentang duka lara

Dalam sebuah sukma dalam wujud manusia

Hatiku tertinggal bersama maya

Jiwa kubawa dengan hampa

Perih menjalar bagai bias

Palingan sinis hiasi sunyi


Keras deras bersama pilu
kalimat terucap penuh ragu Mengungkap rasa dalam hati

Tak kuat dalam dekapan ratapan

Tak kuat ku tuk bersimpuh

Melawan badai dalam gurun

Hati sudah sangatlah rapuh


Biarlah ku terbawa angin

Terbang bersama keatas awan

Jauh dari lara & dusta

Jauh dari kebusukan cinta


Telah kurelakan semua kini

Demi menyambut cinta yang hakiki

Aku telah siap kembali

Keharibaanmu yaa Ilahi…Robiii..





Ya Allah

















Riuh... ramai... gaduh... dan penuh kegembiraan
Taman
hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih
Badan terasa sejuk...

Segar tak terkirakan

Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati
Burung camar jatuh menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih

Matanya melihat kearah taman hati Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik

Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan yang tinggi

Hati pun gembira...

Jiwa pun lega...

Ya Allah...

Abadikan keadaan ini
















kerinduan












Sendiri aku disini

Berbisik sendu dalam kesepian

Kunikmati getaran dengan sekilas bayangan indah..

Kubuka hati, gapai bintang tutup mata ini,

ku coba mengulang


Mengingat segala perkenalan awal

Sikap tegas lembutmu membakar perisai tangguh..

Hatiku beku tiada mampu membendung,

Mengikat, gelombang berkobar

Mencabik-cabik rasa


Rindu hampir punah

Kucoba menangkap amukan hati..

Kadang terseok,

Tersungkur terjatuh rintihan luka

Nanar tatapan menerawang langkah terhenti gumamkan

Kabut turun langitpun mengelam


Sang surya menahan diri

Angin dingin bekukan tubuh yang seakan tanpa

Buih ombak putihkan lautan

Riuh gemuruh deburan pantai


Seolah suara hati nan berkecamuk

Bayu datanglah kepangkuan jemput sejuta rasa..

Bawalah terbang jauh tinggi dan sampaikan

Salam rinduku untuknya.